Samarinda – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Kota/Kabupaten se-Kalimantan Timur (Kaltim) di Hotel Mercure Samarinda pada Kamis (22/2/2024) pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas peran Timpora dalam mengantisipasi dan menangani pengungsi dari luar negeri, serta melakukan pembenahan dalam penanganannya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Washington Saut Dompak, menyampaikan bahwa kehadiran pengungsi di Indonesia, khususnya di Kaltim, membawa risiko konflik sosial yang dapat menjadi dilema bagi pemerintah.
Oleh karena itu, perbaikan dalam penanganan pengungsi perlu dilakukan dengan serius.
“Dalam hal ini, kami ingin mentransfer pengetahuan kami tentang pengungsi dari sisi keimigrasian kepada anggota Timpora,” jelasnya.
Rapat koordinasi ini menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Dinas Sosial Kaltim, dan akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul).
Timpora dari berbagai Kabupaten/Kota di Kaltim, serta perwakilan TNI dan Polri juga turut hadir dalam acara ini.
Menurut Saut Dompak, penanganan pengungsi bukan hanya tanggung jawab Kantor Imigrasi saja, melainkan merupakan tugas bersama yang menunjukkan rasa kemanusiaan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
“Pengungsi tidak dapat menjadi WNI karena Indonesia bukan negara penampung. Mereka hanya bisa tinggal di Indonesia sementara dan harus menunggu negara ketiga sebagai negara penampung,” paparnya.
Ia juga menyoroti perlunya pembenahan dalam regulasi terkait penanganan pengungsi, terutama terkait pemulangan jika masa tinggal pengungsi telah melebihi batas waktu yang ditetapkan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim, Gun Gun Gunawan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan berharap agar sinergitas antarinstansi dapat berdampak positif bagi daerah dan negara.
“Saya berpesan kepada semua Timpora, sinergitas menghasilkan hasil yang positif bagi daerah masing-masing dan Republik Indonesia,” tutupnya.
![]()









