Balikpapan – Tingginya laju inflasi di Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD. Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan Budiono menilai inflasi yang berada di atas empat persen menunjukkan masih adanya kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi secara optimal, terutama akibat tingginya harga tiket pesawat dan persoalan distribusi Biosolar yang belum berjalan lancar.
Menurut Budiono, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah bersama Pertamina dan para pemangku kepentingan diminta segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki distribusi energi sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas yang menjadi pemicu inflasi.
Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan inflasi Balikpapan saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (13/7/2026).
“Kalau kita amati, ekonomi hari ini Balikpapan menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Timur. Itu sekitar 4,78 persen kalau tidak salah, pokoknya di atas 4 persen. Artinya, hari ini kebutuhan di Balikpapan masih belum bisa terpenuhi,” ujarnya.
Budiono menjelaskan salah satu penyumbang inflasi berasal dari sektor transportasi, khususnya tingginya harga tiket pesawat yang diduga dipengaruhi kenaikan harga avtur serta faktor nilai tukar mata uang. Kondisi tersebut semakin terasa pada periode tertentu ketika permintaan perjalanan udara meningkat sehingga berdampak terhadap biaya mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan distribusi Biosolar yang masih memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Menurutnya, distribusi BBM bersubsidi yang belum optimal ikut menghambat aktivitas ekonomi karena memengaruhi operasional kendaraan angkutan dan kelancaran distribusi barang di Kota Balikpapan.
“Salah satu penyumbangnya juga adalah tiket pesawat, kemungkinan karena kenaikan avtur. Selain itu, antrean Biosolar juga menjadi penyebab inflasi. Bukan hanya tiket atau avtur, tetapi BBM juga menjadi salah satu faktor. Artinya, distribusinya harus diperbaiki agar masyarakat tidak mengantre dan tidak mengalami kesulitan. Hal ini juga harus menjadi perhatian Pertamina,” kata Budiono.
Budiono berharap pemerintah bersama Pertamina segera memperkuat sistem distribusi BBM bersubsidi, termasuk mengoptimalkan operasional SPBU yang melayani Biosolar dan memastikan pasokan tetap tersedia. Di sisi lain, upaya menjaga stabilitas harga tiket pesawat juga dinilai penting untuk menekan laju inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan di tengah tantangan biaya energi dan transportasi.(IM/ADV)
![]()









