Balikpapan – Harapan warga Telindung Baru, khususnya di RT 29 dan RT 30 Kelurahan Batu Ampar, untuk menikmati pasokan air bersih secara normal mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun menghadapi distribusi air yang tidak lancar meski telah diberlakukan sistem giliran, Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Japar Sidik menyiapkan langkah percepatan melalui pembangunan pipa induk yang akan diupayakan menggunakan dana aspirasi apabila kebutuhan anggarannya memungkinkan.
Persoalan air bersih menjadi isu utama dalam kegiatan reses yang turut menghadirkan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dan BPJS Kesehatan sebagai narasumber. Kehadiran kedua instansi tersebut bertujuan mendengarkan langsung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi konkret terhadap persoalan yang telah lama membebani warga.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, mengatakan persoalan distribusi air di kawasan Telindung Baru sudah berlangsung cukup lama dan harus segera mendapatkan penyelesaian. Pernyataan tersebut disampaikannya saat reses di Telindung Baru RT 30, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Barat, Jumat (3/7/2026).
“Pada reses malam hari ini kami menghadirkan narasumber dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dan BPJS Kesehatan. Poin utamanya adalah menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya di Teluk Lingga Baru, RT 29 dan RT 30, yang sudah cukup lama mengalami masalah distribusi air. Bahkan, meskipun dilakukan sistem giliran, air tetap tidak mengalir,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, PTMB menjelaskan kondisi jaringan distribusi yang ada, termasuk keterbatasan debit air yang memengaruhi pelayanan di wilayah tersebut. Meski demikian, distribusi melalui jalur Muara Rapak disebut berjalan lebih baik, bahkan beberapa warga mengonfirmasi pasokan air di sebagian wilayah RT 29 mulai mengalami peningkatan.
Melihat kondisi itu, Japar menilai pembangunan pipa induk menjadi solusi paling realistis untuk memperbaiki sistem distribusi air bersih di Telindung Baru. Rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama PTMB agar pelaksanaannya sesuai kebutuhan teknis sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kesimpulannya, saya akan mencoba memfasilitasi pemasangan pipa induk. Jarak yang dibutuhkan sekitar 150 meter. Nantinya kami meminta PTMB menghitung RAB (Rencana Anggaran Biaya)-nya. Kalau memang memungkinkan, anggaran melalui dana aspirasi pada perubahan anggaran tahun ini akan kita gunakan untuk merealisasikan pemasangan pipa induk tersebut,” kata Japar.
Melalui langkah tersebut, Japar berharap persoalan distribusi air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama warga Telindung Baru dapat segera teratasi. Dengan dukungan PTMB, pemerintah daerah, serta percepatan pembangunan jaringan pipa induk, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan air bersih yang lebih merata, stabil, dan berkelanjutan.(IM/ADV)
![]()









