Kutai Timur – Dalam upaya menekan jumlah penyandang masalah sosial yang masih mengandalkan aktivitas di jalanan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus meningkatkan program pelatihan berbasis pemberdayaan.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena tidak hanya menyelesaikan permasalahan di permukaan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang bagi para peserta.
Dinas Sosial Kutim kini memprioritaskan pelatihan keterampilan dan pendampingan menyeluruh agar mereka yang selama ini hidup dari kegiatan mengemis dapat membangun sumber penghasilan yang lebih layak. Upaya ini sekaligus diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas hidup para peserta.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah tidak hanya sebatas penertiban di lapangan namun juga menyelesaikan masalah di dalamnya.
“Kami tidak hanya fokus menertibkan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menopang penghasilan yang lebih pasti,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kemampuan praktisnya menjadi fondasi penting bagi permulaan untuk memulai lembaran baru.
Selain kemampuan bekerja, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai pengelolaan uang.
“Peserta juga diberikan pemahaman mengenai manajemen keuangan sederhana sehingga pendapatan yang diperoleh dapat digunakan secara tepat,” lanjut Ernata.
Menurutnya, inti program ini adalah mendorong peserta agar benar-benar mandiri.
“Sasaran kami adalah membantu mereka mencapai kondisi ekonomi yang mandiri sehingga tidak kembali lagi ke jalanan untuk meminta-minta,” jelasnya.
Ia berharap pendekatan ini mampu membuka ruang usaha dan kesempatan kerja yang lebih baik.
“Kami berharap hal ini bisa menciptakan peluang usaha maupun pekerjaan serta meningkatkan dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar,” tutup Ernata.(ADV)
![]()









